BadAI Jadi Simbol Kampanye Musikal Lingkungan

* Peringati Hari Lingkungan Hidup Dunia

Medan – Setelah berhasil menduduki peringkat ketiga nasional dalam kompetisi film documenter FORKAMI beberapa waktu lalu, Sabtu (7/6) sekira pukul 19.00 WIB, film Berharap Air di Atas Air (BadAI) dijadikan simbol kampanye musical dalam peringatan hari lingkungan hidup dunia di Saung Angklung Udjo di Jalan Pada Suka Bandung Jawa Barat. Kampanye musical yang bekerja sama dengan World Wide Foundation (WWF) itu digelar bersama Cozy Street Corner, salah satu grup band nasional asal Jakarta .

“Kebetulan juga dalam film BadAI, musik karya Cozy berjudul Tak Usah Gundah dijadikan sebagai musik pengiring. Paling tidak film ini bisa dijadikan alat kampanye bersama untuk penyelamatan lingkungan,” kata Manager Cozy Street Corner, Ribut Cahyono yang dihubungi via telepon Jumat (6/6).

Apalagi, tambah Ribut, film BadAI menceritakan soal krisis air bersih yang melanda Desa Pematang Sentang Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Krisis tersebut telah mengakibatkan dampak pada meninggalnya seorang bayi berusia 25 hari di daerah tersebut, Hal itu diduga terjadi akibat mengkonsumsi air yang tidak bersih.

Pada film tersebut, lagu karya Cozy Street Corner yang berjudul Tak Usah Gundah yang dijadikan musik pengiring film. Lagu itu sendiri diproduksi tahun 2002 dalam album berjudul Nirmala. Meski miskin lirik, namun musik yang disajikan berisikan irama motivasi bagi masyarakat untuk sama-sama memberi dukungan dalam upaya penyelamatan lingkungan, di tengah bahaya global warming yang mengancam bumi.

“Upaya penyelamatan lingkungan tidak akan berhasil bila dilakukan sendiri-sendiri, makanya dibutuhkan keterlibatan banyak pihak di dalamnya, tidak hanya pemerintah tapi juga bisa dilakukan oleh musisi,” tambah Ribut lagi.

Selain lagu Tak Usah Gundah, Cozy Street Corner juga banyak memproduksi lirik dan musik berisikan pesan kemanusiaan dan ajakan penyelamatan lingkungan sejak tahun 2002 silam. Seperti halnya Hutan Hujan, Wenanayo, Punyaku Sendiri yang berisikan ajakan untuk menghargai ciptaan Tuhan dam upaya melindunginya serta Damai Sentosa. Hingga tahun 2008 ini, Cozy Street Corner juga telah memproduksi tiga album.

Secara terpisah, Manager SoI File Documentary (SFd) Onny Kresnawan mengatakan penayangan film BadAI sebagai salah satu symbol kampanye penyelamatan lingkungan merupakan kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Utara. Sebab di tengah minimnya produksi film documenter di Sumut, BadAI bisa terpilih untuk menggambarkan kondisi memprihatinkan di kabupaten Langkat. Apalagi tidak hanya Langkat yang bernasib demikian, masih banyak warga yang meninggal dunia setelah terjangkit berbagai penyakit berbasis buruknya kondisi lingkungan dan keterbatasan akses air bersih, seperti diare.

“Ini kehormatan besar bagi Sumatera Utara, sebab meski menjadi contoh buruknya pengelolaan lingkungan di daerah kita, namun kami yakin hampir di seluruh penjuru tanah air kondisi ini pasti terjadi,” kata Onny Kresnawan di Posko Sources of Indonesia (SoI) di Jalan Aman I Teladan Medan.

Dilibatkannya film BadAI dalam ajang kampanye lingkungan nasional tersebut, menjadi motivasi baru lagi bagi SoI untuk terus berkarya melalui film-film independennya. “Sebab film juga bisa mengadvokasi sebuah perubahan. Sehingga kami akan lebih banyak lagi memproduksi film-film yang bisa menggambarkan kisah nyata dari masyarakat tentang hidup mereka,” katanya.

Topic: