Tetes Cinta Hemofilia (Sebuah film dokumenter)

Tim SoI sedang melakukan pengambilan gambar
Tim SOI bersama Ibu Wahyu Dilts (Ketua Family Suport Group (FSG) Medan), dimana beliau menjelaskan tentang peran serta FSG Medan.

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan. Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal.

Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya. Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

Berdasarkan hal tersebut, maka Sources of Indonesia (SoI) berupaya membuat film dokumenter tentang sekilas mengenai Hemofilia. Hemofilia merupakan salah satu penyakit kelainan darah dan bersifat genetik, penyakit yang selama ini tidak diketahui banyak orang.

Film dokumenter ini mencoba menjelaskan apa itu sebenarnya penyakit hemofilia dengan suguhan cerita para keluarga penderita ketika mengetahui bahwa salah satu keluarganya menderita penyakit hemofilia, penjelasan dari para dokter mengenai apa itu hemofilia, bagaimana pelayanan yang diterima para penderita ketika mereka di rumah sakit, dan juga penjelasan dari FSG (Family Support Group) Medan sebagai salah satu wadah/perkumpulan bagi para penderita hemofilia dan keluarga penderita, yang kemudian film ini mencoba merangkum semua hal tersebut dengan tujuan membuka kaca mata masyarakat dan menepis anggapan yang selama ini menyudutkan para penderita hemofilia dan keluarga penderita.

 Tim SoI bersama Ibu Sandi yang sedang menidurkan anaknya
Tim SOI bersama Ibu Sandi yang sedang menidurkan anaknya

Tim SOI bersama Prof. Dr. Iman Sukiman, SpPK(KH) dimana beliau menjelaskan mengenai penyakit Hemofilia
Tim SOI bersama Prof. Dr. Iman Sukiman, SpPK(KH) dimana beliau menjelaskan mengenai penyakit Hemofilia

Film Dokumenter ini diawali oleh beberapa pendapat masyarakat mengenai hemofilia kemudian dilanjutkan oleh kasus yang dialami oleh Ibu Yeni. Beliau adalah salah satu Ibu dari seorang anak penderita hemofilia yang pada awalnya sama sekali tidak mengetahui apa itu hemofilia. Bagaimana ia bercerita ketika anaknya mengalami lebam-lebam kecil, pendarahan pada gusi, pergeseran lutut, hingga kisah ketika ia membawa anaknya ke rumah sakit dan dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Ia Menceritakan bagaimana rumitnya system pelayanan kesehatan untuk orang miskin dan mahalnya obat untuk penderita hemofilia. Begitu juga dengan ibu Sandi. Kasusnya tidak jauh berbeda seperti yang dialami yeni. Keresahan yang dihadapi ketika lambannya pelayanan pihak rumah sakit sewaktu anaknya menghadapi kondisi kritis. Dalam film ini, Para dokter seperti Profesor Iman Sukiman dan Profesor Bidasari mencoba menjelaskan apa itu penyakit hemofilia, dan bagaimana antisipasi yang harus dilakukan para keluarga penderita hemofilia ketika penderita hemofilia mengalami kondisi kritis. Keresahan yang dihadapi oleh para penderita dan keluarga penderita menginspirasi orang-orang yang peduli dengan kondisi mereka diantaranya Ibu Wahyu Dilts, beliau mendirikan salah satu perkumpulan, yaitu FSG (Family Suport Group) Medan yang mencoba menampung segala keluh kesah penderita dan keluarga penderita, dokter dan pemerhati bidang kesehatan dimana perkumpulan ini mencari jalan keluar, berbagi ilmu dan cerita serta informasi serta kegiatan yang berguna bagi sesama anggotanya. Film ini juga dikemas dengan beberapa lantunan musik yang indah dimana melibatkan Cozy Street Corner dengan lagu yang berjudul "Wenana Nayo" dan "Teh", Jubing Kristianto dengan lagunya yang berjudul "Amelia", dan "Once Upon a Rainy Day", serta diakhiri dengan lantunan Bonita yang berjudul "Reprise", mereka mencoba mengalunankan nada yang menyentuh relung jiwa, sehingga menjadikan film ini lebih bermakna.. Semoga dengan adanya film ini, pemahaman kita mengenai apa itu penyakit hemofilia semakin bertambah, membuang segala bentuk diskriminasi terhadap penderita serta adanya kepedulian kita kepada mereka semua.

Informasi lebih lengkap, download file berikut:

Topic: